Penajam – Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang akan mewakili kabupaten tersebut dalam MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Acara pelepasan berlangsung khidmat di halaman kantor Bupati PPU pada Kamis (10/7/2025), dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tohar dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) PPU, Muhammad Syahrir. Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin
Kafilah PPU terdiri dari 42 peserta lomba dan 45 pendamping, pelatih, serta ofisial yang telah menjalani persiapan intensif. Keberangkatan mereka bukan hanya sekedar untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai duta syiar Al-Qur’an yang diharapkan mampu mengharumkan nama kabupaten di kancah provinsi.
MTQ: Ajang Prestasi dan Syiar Islam
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdul Waris Muin menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kafilah. Ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekedar perlombaan, melainkan juga momentum untuk menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Tampilkan kemampuan terbaik sebagai duta PPU yang santun, berakhlak, dan berprestasi. Jaga sportivitas dan niat yang tulus dalam berlomba,” pesannya penuh semangat.
Abdul Waris juga menjanjikan hadiah istimewa bagi peserta yang berhasil meraih prestasi gemilang, sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap dedikasi mereka. Hal ini diharapkan dapat memacu semangat peserta untuk memberikan yang terbaik.
Persiapan Matang Menuju MTQ Kaltim 2025
Kepala Kemenag PPU, Muhammad Syahrir, menjelaskan bahwa MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun ini akan digelar di Kabupaten Kutai Timur pada 10–19 Juli 2025. Selain lomba utama, rangkaian acara wisata akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, pameran, dan religi.
“Registrasi kafilah PPU dilaksanakan pada 11 Juli 2025, dan kami berharap seluruh peserta dapat menunjukkan performa terbaik,” ujar Syahrir.
Pemerintah daerah melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) dan program pelatihan berkelanjutan terus berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.

Baca Juga: Tanam Jagung Libatkan Pelajar, Estimasi Produksi 5 Ton per Hektare
Dukungan Masyarakat dan Harapan Besar untuk Kafilah PPU
Keikutsertaan PPU dalam MTQ tingkat provinsi selalu dinantikan oleh masyarakat. Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pesantren, majelis taklim, dan komunitas keagamaan.
Sejumlah pelatih dan ofisial yang mendampingi kafilah menyatakan optimisme bahwa dengan persiapan yang matang dan mental yang kuat, peserta dari PPU mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kami telah melakukan pelatihan intensif, baik dari bidang tilawah, tahfiz, maupun pemahaman tafsir. Semoga hasilnya maksimal,” ungkap salah seorang pelatih.
MTQ Sebagai Wadah Pemersatu Umat
MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi dan pemersatu umat Islam. Peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur akan berkumpul, bertukar ilmu, dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Abdul Waris Muin berharap, selain meraih prestasi, kafilah PPU dapat membawa pulang pengalaman berharga dan jaringan keilmuan yang bermanfaat untuk pengembangan dakwah di daerahnya.
“Jadikan MTQ sebagai media untuk memperkaya pengetahuan agama dan memperluas persaudaraan,” pesannya.
Keberangkatan kafilah MTQ PPU disambut dengan doa dan harapan besar dari seluruh masyarakat. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka siap bertanding dengan sportivitas dan keikhlasan.
Selamat berlomba kepada seluruh peserta! Semoga menjadi duta yang bersedia dan mengharumkan nama Penajam Paser Utara di MTQ Kaltim 2025.















