Jumat Curhat Polres PPU: Warga Keluhkan Maling Ayam, Polisi Siapkan Patroli dan Poskamling
Info Penajam- Suasana hangat terasa di Mako Polres Penajam Paser Utara (PPU) pada Jumat (15/8) pagi. Melalui program Jumat Curhat, Satuan Binmas Polres PPU membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar keluhan, masukan, sekaligus mencari solusi bersama terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, yakni Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Iptu Endang S, Bintara Administrasi Urusan Tata Usaha dan Rumah Tangga (Bamin Kaurmintu) Brigpol Aziz, personel Sat Tahti, serta sejumlah warga dan pengunjung rumah tahanan (Rutan) Polres PPU.
Iptu Endang S membuka pertemuan dengan ucapan terima kasih atas antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa Jumat Curhat merupakan wadah yang dibuka seluas-luasnya bagi warga untuk menyampaikan informasi, permasalahan, maupun saran terkait kamtibmas di lingkungan masing-masing.
“Kami hadir untuk mendengar langsung keluhan bapak dan ibu. Menjelang Hari Kemerdekaan RI, setiap masukan dari masyarakat akan menjadi dasar kami dalam mengambil langkah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah,” kata Iptu Endang.

Baca Juga : Prakiraan Cuaca Kaltim 14–22 Agustus 2025: Waspada Hujan Petir di Beberapa Wilayah
Maling Ayam Jadi Keluhan Utama
Dalam sesi diskusi, Marsha, warga Kayu Api, Kecamatan Penajam, mengungkap keresahannya. Ia menceritakan maraknya pencurian ayam di lingkungannya, yang membuat warga mulai khawatir akan keselamatan ternak mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, Iptu Endang langsung merespons dengan rencana konkret. Ia berjanji akan menyampaikan laporan itu kepada unit terkait, mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling), serta menambah frekuensi patroli malam di kawasan tersebut.
“Kami juga berharap warga ikut aktif mengawasi lingkungan. Poskamling hanya akan efektif jika dijalankan bersama-sama,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Arifin, warga RT 05, Girimukti, Kecamatan Penajam. Ia mengungkap bahwa pencurian di daerahnya sering terjadi pada malam hari, bukan hanya ayam, tapi juga barang-barang lain di pekarangan rumah warga.
Iptu Endang kembali menegaskan solusi yang sama: patroli rutin dan penguatan poskamling dengan dukungan warga. Menurutnya, kejahatan bisa ditekan jika ada sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
Suasana Akrab, Warga Puas
Kegiatan Jumat Curhat ini berlangsung dalam suasana santai namun penuh manfaat. Warga merasa dihargai karena bisa berbicara langsung dengan pihak kepolisian dan mendapatkan respons cepat atas masalah yang mereka hadapi.
Selain masalah pencurian, warga juga membicarakan isu keamanan lainnya, seperti penerangan jalan yang kurang, potensi keributan saat perayaan kemerdekaan, hingga perlunya sosialisasi hukum kepada remaja.
Di akhir acara, Iptu Endang mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga komunikasi dengan polisi. “Nomor telepon dan WhatsApp kami terbuka. Kalau ada kejadian atau hal mencurigakan, segera laporkan. Kami akan bergerak,” tegasnya.
Program Jumat Curhat ini akan terus digelar secara rutin, dengan lokasi yang berganti-ganti agar seluruh wilayah PPU mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan keluhannya.















